Weit …… pagi-pagi sempat lesehan juga di depan Wahana, ayu traktir kami kuliner lontong sayur. Saya datang paling akhir dan langsung memesan lontong sayur plus teh tawar. Dilesehan telah duduk ngobrol lama pak Sekertaris, Pak Boss UPT kami, Pak Jimmy, Devi dan Ayu. Kebetulan pak Sek dan Boss kami jojing di seputaran ugm jadi sekalian gabung. Percakapan pagi ini rame juga, diisi dengan cerita peradaban hingga pak jimmy sempat cerita tokoh ceng ho. Acara foto-foto tak terlupakan hee …
Setelah sarapan selesai, kami bergegas mandi dan mempersiapkan diri masing guna mengikuti seminar mini di FK-UGM. Selanjutnya, Pagi ini materi dimulai dengan materi dari pak Rahyo. Beliau menyajikan materi seputar mengapa rencana induk pengembangan Sistem Informasi dibutuhkan. Acara sebelumnya dimulai oleh sepatah kata dari pak Anis sebagai pengantar dan memperkenalkan pak Rahyo kepada teman2. Beliau mengantar materi dengan bercerita bagaimana membuat rumah yang baik sesuai keinginan kita. Membuat rumah tidak hanya bermodal uang saja, akan tetapi membutuhkan sebuah rancang bangun yang disesuaikan dengan Kebutuhan pengguna. Begitupun dengan pengembangan rencana induk, sangat rumit hingga banyak organisasi tidak membuatnya. Itu yang membuat saya pribadi menjadi tertantang.
Komitment hanya tertuang melalui kata saja. Itulah kata yang sempat tersirat dalam otak saya saat melihat PAS (Plafon Anggaran Sementara) Berdasarkan Program Kegiatan yang dirilis BAPPEDA Prov Sulteng yang di paraf dan ditanda tangani oleh Kepala Bidang Sosial Budaya BAPPEDA Prov Sulteng kamrin (23/10/09), di Ruang Operator Sub Bagian Keuangan Dinas Kesehatan Prov Sulteng.
Ass …..
Menjelang penghujung tahun 2009 suasa di UPT baru ini kian hari bertambah panas. Panas dalam tanda kutip kuantitas pekerjaan kian bertambah dengan sendirinya. Bahkan sangat terasa saat kegiatan Penelitian Kajian Angka Kematian Bayi di Kabupaten Donggala mendekati penyelesaiannya disela-sela itu kami harus menyelesaikan beberapa rangkaian kegiatan rutinnitas Sie Datin. Pekerjaan rutinitas tersebut diantaranya Profil Kesehatan Tahun 2008, Buku Saku Data Dasar Kesehatan Sulawesi Tengah dan tentunya Draft Rencana Induk Pengembangan SIKDA di Sulawesi Tengah.
Secara organisasi sebenarnya posisi UPT ini sangat membutuhkan 2 (dua) orang pemimpin regu untuk mengisi kekosongan penyusunan strategi di Surveilans dan DATINLITBANG. Namun, kami sangat bersyukur karena saat ini telah ada Panglima Perang (eselon III) sebagai Kepala UPT, sehingga dengan bantuan dan arahan beliau jalan kami kian hari kian terarah.
read more…
Sekitar hari selasa kmaren saya beserta kawan bertolak meninggalkan palu untuk menjalankan tugas kedinasan, setalah bersabar diri dalam kendaraan umum sekitar hampir 11 jam akhirnya kami sampai ditempat tujuan awal Kabupaten Toli-toli Rabu sekitar pukul 08.oo wita. Karena kerjar tayang setiba di Toli-toli kami langsung bergegas ke Dinas Kesehatan setempat untuk komfirmasi beberapa kegiatan kami pada pengelola data dan informasi.
Sekitar pukul 13.00 wita urusan kami kelar. Selanjutnya kami harus mencari kendaraan umum guna menuju kabupaten Buol. Potong cerita sekitar pukul 17.45 kami tiba di buol dan langsung dijemput keluarga kawan saya menuju kampung halamannya dan tiba di rumah sekitar pukul 20.30.
Setelah mandi dan berbenah sedikit, saya coba untuk nonton televisi kebetulan ada breaking news, ternyata beritanya Gempa Bumi di Padang dan sekitarnya.
Saya langsung teringat kawan-kawan di Sumbar dan sekitarnya, Jel, Yul, Vera, Erman, Yose, Riganta, Il, Dharma, Dino, Wiwik (sori kalo ada kelupaan). Rencanya mau sms mereka sayang, signal dan batre kurang bersahabat saat itu.
Atas nama kawan-kawan Simkes UGM 06 saya mengucapkan rasa keprihatinan yang sangat mendalam. Semoga kawan-kawan dalam lindungan yang maha kuasa dan tetap Sabar.
Ass … Dear all,
Lama tak nulis lagi kawan, hari ini saya kembali. Hari ini ada hal yang menarik terjadi di Tempat kerja saya. Sekaligus daya ungkit hingga menjadi topik terbaru saya. Sebelumnya dihari Kamis, 21/04/09 saya masuk kantor untuk menyelesaikan beberapa tugas yang tersisa sekaligus menyusun jadwal kerja untuk esok hari. Salah satu agenda penting yang saya rencanakan untuk dikerjakan esok hari atau hari ini yaitu menyampaikan Rencana Pelaksanaan Kegiatan 1 (satu) bulan kedepan beserta besaran anggarannya.
Ass ..
Berlama-lama membaca tulisan kawan-kawan yang hari demi hari bersirat makin dalam, akhirnya membuat saya mecoba kembali menulis walaupun sedikit. Kalau tidak salah sudah sekitar 3 bulan saya absen menulis disebabkan banyak hal, salah satunya perubahan SOTK tempat kerja saya. Selanjutnya saat ini dengan suasana kerja yang baru, kami mencoba untuk mendiskusikan dan berkreasi diantaranya Master Plan SIKDA.
Sebelum lebih jauh, saat ini saya merasa semakin hari makna SIKDA makin membawa tanda tanya besar. Beberapa diskusi kecil yang saya ikuti dan melihat berbagai macam pendapat dengan mengatas namakan kebutuhan program, kebutuhan data pusat dan masalah yang diprediksi akan timbul dengan dikembangkannya Master Plan SIKDA. Sebelum lebih jauh lagi, saya juga berdoa dalam hati semoga Leadership berperan besar dalam proses penyusunan Master Plan SIKDA di daerah ini. Leadership dalam hal ini Kepala Dinas.
Tantangan Pengelolaan Sistem Akuntansi Instansi Satuan Kerja dilingkungan Departemen Kesehatan RI
Salah satu upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti standar akuntansi pemerintahan yang telah diterima secara umum.
Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang mensyaratkan bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD disusun dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara selanjutnya mengamanatkan tugas penyusunan standar tersebut kepada suatu komite standar yang independen yang ditetapkan dengan suatu keputusan presiden tentang komite standar akuntansi pemerintahan.
Suasana kantor saat ini terasa tidak seperti dulu lagi, untuk itu saya berencana untuk migrasi bukan kelinux bukan juga ke OS lain, tapi sekedar mencari Pengalaman baru. Namun, hal terkendala dengan rasa setia kawan saya ke teman seperjuangan saya. Memang mencari teman atau rekan kerja yang dapat bekerja disituasi apupun saat ini terasa sangat sulit.
Terasa sangat berat untuk meninggalkan kawan-kawan saya. Kalo kata orang-orang di Palu “So baku tau, kalo orang main bola so kaya di liga inggris sana”. Diatas itu semua, saya menyerahkan sepenuhnya pada Yang Kuasa, Dia yang menentukan segalanya.
Malam ini saya main ke kantor, kebetulan tadi siang sudah janjian dengan seorang kawan. Karena sesuatu dan lain hal, kawan saya tersebut sepertinya berhalangan datang. Seperti biasa saya coba untuk ber internet ria diiringi beberapa lantunan mp3. Diantara penjelajahan saya malam ini satu artikel dari Situs berita Okezone yang ditulis oleh seorang TNI, beliau saat ini sedang bertugas di Lebanon Selatan. Selain sisi Kemanusiaan dimana Saudara kami Moslem yang dibantai habis-habisan, anak-anak yang tidak berdosa bahkan jabang bayi yang Menghadap Sang Khalik Begitu Cepat, pada tulisan tersebut beliau mengupas Tragedi ini dari Sudut Pandang seorang Militer. Untuk Jelasnya dapat dilansir disini. Sekalian sebagai arsip saya, berikut saya “COPAS” tulisan beliau.
“Operation Cast Lead: Implikasinya bagi Israel & Hamas”
Konflik yang terjadi antara Israel dan Hamas sebenarnya telah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Hal ini semakin meruncing ketika Hamas berhasil menguasai pemerintahan di Gaza melalui kudeta berdarah pada Juni 2007. Gesekan antara kelompok garis keras Hamas dan Israel tidak dapat dihindarkan hingga dicapai perjanjian 6 bulan gencatan senjata yang berakhir pada 26 Desember 2008 lalu.
Momentum berakhirnya gencatan senjata ini dipandang Israel sebagai awal strategis untuk menghancurkan kekuatan Hamas sampai ke akar-akarnya. Seminggu sebelum gencatan senjata berakhir, Israel menghentikan seluruh suplai makanan dan kebutuhan pokok lain yang masuk ke Gaza di sepanjang jalur pantai dan darat. Hal ini menimbulkan shortage logistik masyarakat Gaza umumnya dan pihak Hamas khususnya. Hamas pun menjawab strategi Israel dengan menekan balik melalui peningkatan aktivitas serangan roket ke Israel. Suatu reaksi yang memang diharapkan oleh Israel sebagai pembenaran serangan balik Israel ke Jalur Gaza. Sebuah sumber Departemen Pertahanan Israel yang tidak mau disebutkan namanya berkata, “Kelihatannya operasi militer Israel akan dimulai dengan serangan udara untuk melawan peluncuran roket dan dilanjutkan dengan invasi darat.”
Baca Selengkapnya





