Komitment hanya tertuang melalui kata saja. Itulah kata yang sempat tersirat dalam otak saya saat melihat PAS (Plafon Anggaran Sementara) Berdasarkan Program Kegiatan yang dirilis BAPPEDA Prov Sulteng yang di paraf dan ditanda tangani oleh Kepala Bidang Sosial Budaya BAPPEDA Prov Sulteng kamrin (23/10/09), di Ruang Operator Sub Bagian Keuangan Dinas Kesehatan Prov Sulteng.
Sungguh sangat menyedihkan bila usaha kami mengembangkan SIKDA di bayar dengan besaran anggaran yg sama dengan tahun anggaran ini. Sangat disayangkan, dari pengalaman kami tahun-tahun sebelumnya saat PAS dirilis paling tidak anggaran pada masing-masing Program Kegiatan masih sesuai dengan usulan anggaran yang disampaikan sebelumnya. Dari Pantauan saya pada PAS yang ada tidak tergambar Prioritas Program/Kegiatan apa yang diusung tahun anggaran 2010.
Besar harapan saya kiranya PAS ini bukan harga mati. Sebelumnya kami berencana untuk melaksanakan Sosialisasi Draft Rencana Induk Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah ke Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah. Namun, dengan melihat PAS ini semangat menggebu serasa buyar.
Hal ini sangat-sangat bertolak belakang dengan komitment-komitment yang pernah kami dengar terucap dari Stakeholder di Dinkes seputar Pengembangan Data 1 Pintu dan katanya Pentingnya data bagi Perencanaan Pembangunan Kesehatan ke Depan. Sekian dulu cerita singkat saya, semoga tulisan pendek ini dapat mengusir kejenuhan saya. Makasih.










Ya begitu lah Mas, kalau yang mengambil kebijakan tdk penting artinya data…
Nanti seperti kasus Bank Century dmn Bu Sri Mulyani merasa tertipu dengan data yg diajukan oleh BI…
Kemarin juga sempat minta Anggaran dari Kampus mas sama Mbak Asti, yang punya Sulteng, rencana mo ngembangin Master Plan SIK, klo dana gak cukup ya kita lakukan bertahap, tapi mereka tidak mau, mereka maunya hasil langsung ada terlihat, klo SIK kan harus melalui Proses…
Sekarang di tempat saya sudah ngadakan komputer buat seluruh Puskesmas dan akan di Instasl Software SIMPUS Ngawi, dan yg lainnya. Tapi tidak jelas bagaimana kelanjutannya, mereka hanya mengadakan komputer instal, tanpa melakukan uji kelayakan dulu, bagaimana SDM dsna, bagaimana penerimaan thd teknologi, trus keberlanjutan program…