Menindaklanjuti hasil cuap-cuap saya sebelumnya, sekitar tanggal 5 Januari 2008 saya dan Prof. Sugeng mengatur jadwal kunjungan ke-2 di Puskesmas Biromaru. Kunjungan kami kebetulan sudah direncanakan sebelumnya karena Kepala Puskesmas Biromaru menghubungi Prof Sugeng, untuk melihat kemungkinan memperbaiki Data Rekam Medik 2008 untuk bulan Nopember Desember yang hilang.
Setelah tiba di Puskesmas Biromaru kami mencoba untuk mengembalikan data yang telah hilang dimaksud, namun sampe kringatan tetap data tersebut entah kemana. Dengan sangat kecewa terpaksa data rekam medik untuk bulan desember 2008 hilang, raut wajah petugas SP2TP telihat sedikit mengerut.
Berjuang Mengembangkan Rekam Medik Elektronik Puskesmas Ekonomis di Tengah Maraknya Pasar Software SIMPUS
Bagi sebagian kalangan yang terbiasa berkecimpung dengan pengembangan Tools, Aplikasi, Software atau apa saja sebutannya yang dipergunakan guna membuat rekam medis elektronik di Puskesmas, membuat aplikasi yang sifatnya gratisan khususnya Rekam Medik Puskesmas merupakan hal yang merugi. Trend dagang Software/aplikasi saat ini sepertinya sangat menjamur. Berbagai vendor saat ini tumbuh subur di berbagai daerah. Hal ini dipicu oleh mulai melek teknologinya banyak Dinas Kesehatan Kab/Kota/Provinsi di Indonesia. Namun hasilnya dari sekian banyak instansi yang berusaha mengembangkan banyak diantaranya berakhir tanpa hasil yang baik, saat ini telah ada beberapa daerah yang berhasil mengembangkan namun jumlahnya sangat sedikit. Dengan PAD yang sangat kecil rata-rata daerah dan kurangnya komitmen pimpinan, tentunya merupakan suatu tantangan bagi Dinas Kesehatan untuk mengembangkan suatu model Rekam Medik yang ekonomis dan efisien.
Saat ini kami (Sugeng Wiyana Dinkes Kab. Donggala, Oslan Daud Dinkes Kota Palu dan Chandra Dinkes Prov Sulteng), tengah berjuang untuk meyakinkan Stakeholder di Puskesmas Biromaru (Ex. Penelitian Pengembangan Rekam Medis Puskesmas Thesis Sugeng Wiyana). Untuk dapat melanjutkan penggunaan Epiinfo sebagai Tools rekam medis di Puskesmas mereka. Sebelum memilih Puskesmas Biromaru sebagai satu-satunya Pilot Project, kami coba untuk berdiskusi guna menimbang-nimbang berbagai faktor seperti Resisten, Kultur, Dukungan Organisasi, SDM di Puskesmas hingga Dana.
Ass ..
Dear All, gimana kabar kawan Simkes UGM 06 semua ? masih pada sehat kan ? mungkin juga kawan-kawan sekalian saat ini sedang sibuk-sibuknya dengan aktivitas ditempatnya masing-masing. Dari kabar yang sempat kami dengar banyak kawan-kawan yang sukses setelah kembali di tempat kerjanya masing-masing. Semoga hal tersebut menular juga ke kami di Sulawesi Tengah, biasalah masih ingat kami kan? di Sulteng masih ada Chandra, Prof Uteng & tentunya Prof Oslan. Aktifitas kami saat ini suhunya masih sangat dingin, mungkin perlu support dan pengalaman dari kawan-kawan yang saat ini sudah mulai konsen dengan sistem informasi di tempatnya masing-masing.
Beberapa saat yang lalu Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju, mengadakan perombakan besar-besaran guna penyusuaian PP41, hasil perombakan Badan/Dinas dilingkungan Provinsi Sulawesi Tengah itu dapat dilihat dibawah ini.
Beberapa waktu yang lalu saya, bersama kawan-kawan di beberapa daerah mengikuti suatu diskusi menarik bertajuk Aspek Organisasi dan SDM Dalam Pelaksanaan SIKDA. Secara seremonial diskusi ini dibalut dengan rangkaian acara Seminar. Diskusi ini melibatkan pihak UGM dalam hal ini Peminatan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan – Ilmu Kesehatan Masyarakat – UGM yang ber kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Pusat Data dan Informasi Departemen Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.
Sistem Informasi Manajemen KIA; Dukungan Dinkes Kab/Kota dan Minat Bidan di Puskesmas
Selesai mengikuti peringatan hari Bahari Nasional di Pelataran Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, saya dihubungi Pak Fery Baan, beliau Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Dinkes Prov Sulteng. Menurut beliau 19/12/2008 di SLVP Labuan Kab. Donggala akan dilaksanakan pelatihan Penggunaan SIMKIA hasil kerjasama Dinkes Prov Sulteng dengan Minat SIMKES UGM. Kebetulan saat itu bersama beliau juga telah hadir Prof. Oslan. Dengan segera saya langsung meluncur ke Gedung II Dinkes Prov Sulteng di Seputaran Jl. Undata palu.
Suntuk yang membekap beberapa hari ini, mengantarkan saya ke sebuah presentasi JAMKESMAS. Ada beberapa hal menarik yang kiranya perlu diketahui. Baca Selengkapnya
Lama tidak menulis membuat jari2 ini sedikit gatal, hari ini saya coba 1 posting pemanasan mungkin. Beberapa saat lalu saya dan keluarga mengitari lokasi tempat gembok ini berada, tersirat dalam benak saya, dimana ya orang jualan gembok kayak gini.
Dijaman yang katanya orang sudah modern kayak saat ini memang diperlukan sedikit nilai-nilai budaya, untuk tetap dipertahankan sebagai warna lain dikehidupan ini.
Tak jarang dari sebuah gembok ini kita dapat mengambil pelajaran, seperti kesederhanaan dan hidup hemat. Untuk menerjemahkan lebih jauh mungkin kawan-kawan sekalian sudah lebih tahu. Disini saya cuman mencoba untuk kembali bercermin diri, apa yang telah terjadi kiranya dapat menjadi pelajaran yang sangat berarti.






