Back to Office


Alhamdulillah saya bisa tiba dengan selamat di Kampung Halamanku.  Kemarin perasaan sempat gak karuan, biasalah wong ndeso kalo numpang di pesawat orang pasti bawaannya gemetaran. Apa perlu beli pesawat sendiri ya? Lanjut cerita, Palu – Jogja ditempuh sekitar lebih kurang 2 jaman. Sebelumnya kami harus singgah di Makassar dulu. Sebelum landing di Bandara Hasanuddin kami sempat melintas sekali diatas bandara tersebut. Terbesit keinginan tahu saya setelah menengok kebawah menggunakan pencitraan jauh saya, terlihat The New Airport of Hasanuddin kayaknya udah rampung.

Setelah sempat berkeringat dingin alhamdulillah maskapai milik pemerintah itu dapat mendarat dengan mulus. Bandara Hasanuddin kini telah berpindah kearah selatan bandara lama. Bandara baru kelihatan lebih modern ketimbang bandara lama, lebih cantik tepatnya.

30 menit di Makassar mengingatkan kenangan pada sanak Saudara disana. Sempat terlintas pengen telp Farida, anaknya sudah besar kali ya. Siapa Farida? mmm … disalah seorang Saudara saya, dia kakak no 4 saya. Sayang niatanku tidak kesampaian. 30 menit lebih sedikit sebelum diumumkan lewat halo-halo, salah seorang kru dari maskapai yang saya tumpangi berteriak “Palu, palu, palu lewat sini” secara otomatis otak saya langsung menuju ke pintu 2 untuk menunjukkan pass saya dalam bergegas meninggalkan ruang tunggu yang terlihat mulai sesak.

Gerimis menemai perjalanan saya kembali menuju pesawat yang tadinya mengantarkan saya ke Makassar. Ketegangan kembali menghantui saya, entah mengapa ini terjadi. Menatap kelangit kelihatannya cuaca kurang bersahabat, wah bisa makin tegang nih. Setelah 45 menit diudara alhamdulillah kami dapat mendarat dengan selamat di Kampung Halaman saya. Dianjungan penjemput terlihat sekitas istri tercinta menggendong anakku Raasiyah Ashiilah.

Sedih rasanya ketika saat pertemuan dengan Acha dengan seketika dia tidak mengenali saya lagi. Saya merasa sangat berasalah pada saat itu, saya coba lagi untuk menggendong Acha, eh ternyata dia tetap tidak mau.

Perasaan sempat tak enak, saya coba palece [bujuk] dia, sedikit-demi sedikit dia mulai tersenyum dan mau duduk didekat saya ….

 

Update soon ….

 

 

 

6 pemikiran pada “Back to Office

  1. wahhh senang nya sudah kembali ke keluarga. sukses ya…. sudah S2 di usia muda.

    [chandra] say : Senang sih ketemua anak istri, S2 itu relatif sih. Yang penting ada kesempatan sebaiknya dimanfaatkan sebaik-baiknya.

  2. kaget juga selasa langsung masuk kerja….rajin banget…energi untuk terus berbuat,bekerja dan berkarya mengalir di tubuhnya candra nih…patut di tularkan kemana-mana…biar efeknya lebih luas…

    Congrotulation deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s