Gembok, Gembok dan Gembok


GEMBOK
GEMBOK

Lama tidak menulis membuat jari2 ini sedikit gatal, hari ini saya coba 1 posting pemanasan mungkin. Beberapa saat lalu saya dan keluarga mengitari lokasi tempat gembok ini berada, tersirat dalam benak saya, dimana ya orang jualan gembok kayak gini.

Dijaman yang katanya orang sudah modern kayak saat ini memang diperlukan sedikit nilai-nilai budaya, untuk tetap dipertahankan sebagai warna lain dikehidupan ini.

Tak jarang dari sebuah gembok ini kita dapat mengambil pelajaran, seperti kesederhanaan dan hidup hemat. Untuk menerjemahkan lebih jauh mungkin kawan-kawan sekalian sudah lebih tahu. Disini saya cuman mencoba untuk kembali bercermin diri, apa yang telah terjadi kiranya dapat menjadi pelajaran yang sangat berarti.

Tak terasapula telah 2 minggu saya kembali secara normal berkecimpung dilingkungan keluarga dan sejawat saya di kantor. Waktu 2 minggu ini terasa sangat lama dan mahal sekali. Mengapa demikian, memang saat ini terjadi beberapa peristiwa yang membuat saya bingung dan heran. Namun sepertinya diam menjadi sahabat yang setia. Tq.

14 pemikiran pada “Gembok, Gembok dan Gembok

  1. Secara filosofi gembok mungkin menggambarkan “alat penahan” bagi diri kita untuk tidak bersikap, bertindak dan berbuat hal-hal diluar kewajaran. Dengan gembok kita bisa menahan diri akan sesuatu yang negatif. Tapi bukan sebagai pemasung untuk berbuat yang baik……
    Salam dari jogja…

  2. Semua yang dilihat di dunia…bisa di beri makna dan di beri arti..dari sandal butut hingga patung liberty..dari mengapa sesorang bisa datang dan bisa pergi…pergi jauh bahkan selamanya…..Semua mampu memberikan makna dan mampu menjadi pelajaran bagi hidup..
    Jika diam menjadi teman dekat…mungkin diam bisa menjadi emas..

    C U and Gutlak

  3. dalam diam itu tersimpan berjuta keutamaan.
    dalam diam itu ku coba tuk mencari jati diri
    dalam diam itu ku dapatkan kenikmatan yang begitu besar,
    kenikmatan bermunajat di hadapan-Nya

    dan dalam diam…….
    ku temukan mutiara terpendam.

    dan diamlah selama itu untuk kebaikan.
    karena terkadang diam itu bukan lagi emas

    semangat mas,
    semoga permasalahan itu segera hilang dari pandangan. Amin

  4. Gembok mungkinkah bermakna kita tak mau diganggu ?
    Atau sebuah tanda Lingkungan kita tak aman ?
    Atau sebuah jaminan rasa .. mengusir gelisah ?
    Tapi memang itu bisa seni…
    Asal jangan penjajahan…
    Salam

  5. Lihat gambar GEMBOK, mengingatkan saya saat menggembok rumah sendiri dimalam buta… Gara-gara orang yang mengontrak sudah lewat 6 bulan tak mau keluar, setelah habis masa kontraknya. Diapun tak tahu dimana, tak bisa ditemukan. Akhirnya supaya ia bisa datang menemui, saya keliling dimalam buta… mencari dimana ada penjual GEMBOK BESAR, dan kupasanglah 8 gembok disemua pintu dan jendela. Malam yang… mengesankan.
    Tahukah anda ? rekening telepon yang kwitansinya diserahkan pada kami senilai 4 juta adalah kwitansi palsu…setelah di CEK ke TELKOM.
    Tagihan listrik tak dibayar 3 bulan…untung belum dicabut.
    Dan… seisi kamar dipenuhi kandang puyuh yang kotor…rupanya ia memelihara puyuh didalam rumah(kamar)…ASTAGA… dan… dan… semua colokan listrik terbongkar… Televisi Besar penuh bekas terbakar puntungan rokok…dan.. sumur diisi sampah…
    GEMBOK yang mengesankan… ini kejadian 30 tahun silam.
    Kini saya tobat untuk memberi kontrakan.

  6. Dg. Limpo Yth, senang bisa tahu ceritanya, bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

    Sedikit info, gambar Gembok diatas di ambil di Lingkungan Kraton Jogja. Gembok yang mengesankan. makasih.

  7. Banyak yang harus digembok. Yaitu nafsu2 yang menarik-narik kita ke arah angkara murka… BTW kalau gembok seperti ini mungkin masih ada di pasar klithikan Jogja.

  8. Menurut sy pribadi, gembok menandakan ungkapan seseorang yg tdk ingin diganggu hehe. Tp kalo gembok plus kuncinya bermakna pasangan yg serasi, kalo gak ‘pas’, hanya ‘angan’ saja😀.. Lain lg kalo hanya kunci.. single yg menginginkan gembok hati si doi terbuka😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s