Sistem Informasi Manajemen KIA; Dukungan Dinkes Kab/Kota dan Minat Bidan di Puskesmas


Selesai mengikuti peringatan hari Bahari Nasional di Pelataran Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, saya dihubungi Pak Fery Baan, beliau Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Dinkes Prov Sulteng. Menurut beliau 19/12/2008 di SLVP Labuan Kab. Donggala akan dilaksanakan pelatihan Penggunaan SIMKIA hasil kerjasama Dinkes Prov Sulteng dengan Minat SIMKES UGM. Kebetulan saat itu bersama beliau juga telah hadir Prof. Oslan. Dengan segera saya langsung meluncur ke Gedung II Dinkes Prov Sulteng di Seputaran Jl. Undata palu.

Setiba di tempat beliau, saya coba berdisuksi sedikit seputar pengembangan aplikasi ini. Komitmen besar dari Ferry Baan untuk pengembangan SIM ini, dia juga mengharapkan dalam waktu yang sesegera mungkin aplikasi ini dapat diterapkan di Seluruh Kab/Kota di Sulteng. Namun, saya coba memberikan informasi ke dia bahwa pengembangan hal seperti ini tidak serta merta aplikasi jadi kemudian langsung dapat diterapkan secara total. Ada 3 faktor yang harus dipertimbangkan mengingat aplikasi ini masih seumur jagung.

3 faktor yang perlu diperhatikan yaitu Organisasi, SDM dan Teknologi. Organisasi erat kaitannya dengan Komitmen Dinkes Provinsi sebagai Motifator sekaligus Koordinator, Komitmen Dinkes Kab/Kota dan Jajarannya hingga di Puskesmas. Jejaring komitmen ini harus kita ikat dengan kuat sehingga pelaksanaan dilapangan nanti tidak menjadi suatu beban melaikan suatu kewajiban. Untuk SDM sendiri diperlukan lebih banyak Sosialisasi dalam bentuk pelatihan maupun pembimbingan dengan mendatangi user di Puskesmas serta memberikan Reward bagi daerah yang mampu menyediakan output yang baik. Selanjutnya Teknologi lebih terfokus pada kemudahan penggunaan serta fasilitas penunjang yang tentu aplikasi ini masih perlu perbaikan. Untuk tahun pertama pelaksanaan dan sosialisasi SIMKIA ini memang kita belum bisa berharap terlalu banyak akan pelaksanaan di Kab/Kota. Namun diperlukan usaha yang lebih sehingga Sistem ini dapat diterima di lapangan.

Setelah berdiskusi panjang lebar dengan Pak Fery saya dengan Prof Oslan langsung meluncur ke tempat kerja saya guna berkonsultasi dengan Mas Harmi dan mengajak serta Prof Uteng. Berada diantara Prof Oslan dan Prof Uteng membuat suasana Simkes kembali terasa. Suasana Belajar bersama, tukar fikiran dan debat-debat kecil yang diselingi dengan Upacara di Kuliner tentunya.

Siang itu kami membuat janjian untuk kembali berkumpul malam hari di kediaman Prof Oslan di Seputaran BTN Palupi.  Setelah kesasar 2 kali di BTN Palupi akhirnya saya tiba di Kediaman Prof Oslan, disana sudah ada Prof Uteng menunggu. Diskusi kita mulai dengan mencoba Aplikasi SIMKIA, mencoba entri beberapa record dan menyiapkan materi pendahuluan berupa Pengantar SIK. Berhubung saat itu telah larut malam, Listrik Padam dan kami hanya menggunakan Genset, dengan sangat terpaksa diskusi kami hentikan segera.

Sekitar tanggal  20/12/2008 kami bertiga akan coba mendampingi peserta dari Dinkes Kab/Kota se Sulteng guna memberikan penjelasan dan praktek pengoperasioan SIMKIA. Semoga acara ini dapat berjalan lancar.

14 pemikiran pada “Sistem Informasi Manajemen KIA; Dukungan Dinkes Kab/Kota dan Minat Bidan di Puskesmas

  1. wah.. mari sama sama kita berjuang pak membenahi data KIA.. luar biasa berat, saya sudah sering langsung berhadapan dengan end user untuk pelatihan, para bu bidan. Bener-bener harus kuat mental pak, tahan uji, ekstra sabar… untung sesekali ketemu bu bidan cakep hehe

  2. Seru juga Pak Perjuangannya….
    Semoga berhasil SIMKIA-nya Pak…
    dan menjadi Inspirasi di daerah lain tentunya…
    Btw mo nanya Prof.Oslan & Prof. Uteng siapa y??!?!

  3. saya juga gak kenal hehe..🙂
    @Mas Herman, ayo ikut berjuang.. banyak butuh tenaga dan pikiran..soal inspirasi itu urusan yang kesekian saya kira hehe.. yang penting mari mulai mengajak bu bidan supaya tidak ngarang…:D

  4. Belajar dari kegagalan, jangan membuat kotak2/ fragmentasi lagi. Sumber kegagalan selama ini karena kotak2.

  5. wah kotak2nya apa saja ya pak Dar ?
    banyak kok sumber kegagalan..tugas berat memang untuk menata ulang sistem informasi. Herannya, banyak yang gak belajar dari kegagalan itu. Butuh lebih banyak orang-orang seperti Pak Candra dan Pak Darianto..

  6. kalau masing2 seksi atau bidang buat software…..SP2TP atau aplikasi SIMPUS ga ada lagi dong…..data satu pintu yg diharapkan selama ini untuk mengurangi terjadinya duplikasi data,gmana???bank data….

  7. walah … kayaknya mindset kita jangan diset terlalu jauh kesana kawan, untuk daerah yang PADnya di Impus2 kayak di Sulteng ini mau mimpi bikin Sistem yang integrasi jangan dulu lah. Membual itu namanya, menurut sy saat ini silahkan buat sesuai keinginan anda, dengan catatan mengadakan sosialiasi dengan lintas program, buat kesepakatan disana. Usahakan lintas program ikut didalamnya. Biar bisa konek dengan kegiatan program lain jika nantinya akan diintegrasikan. Mengenai bahasa pemrograman dll, sebaiknya sudh webbase, dan hal ini salah satu dibahas dalam sosialiasi sebelum suatu program/aplikasi/sofware atau apalah di buat. Hal ini dilakukan guna menghemat waktu dan biaya, membuat suatu sistem yg terinegrasi bukan menjadi suatu jaminan seluruh elemen dalam sistem dapat mengadopsi dengan baik, apalagi langsung bermimpi akan berjalan dengan berhasil.

    Sebaiknya fragmentasi jangan terlalu diartikan sempit sebagai pengkotak-kotakan dalam mengembangkan suatu sistem, coba liat sisi positifnya juga, sebelum fragmentasi itu menjadi suatu yang negatif sebaiknya kita buat suatu rules yang harus ditaati oleh elemen yang ada dalam sistem. Sembari kita menunggu dana untuk membiayai pembuatan Master Plan …..

  8. btw aplikasinya kayak apa yach??bisa di unduh dr situs dinkes sulteng???petugas KIA kami disini ga pernah kase info…cuman pengen tau aja…

  9. Kalo tidak salah, kmaren ada pertemuan pengelola data kia se Provinsi Sulawesi Tengah, kami sudah berikan prototipe aplkasinya di CD, tinggal diinstal sj. Untuk sementara karena masih tahap pengembangan aplikasinya masih menjadi konsumsi sendiri dulu, nanti lah, klo sdh ok, baru difikirkan kesana. Aplikasinya sederhana kk.

    Mudah2an pengelola KIAnya hadir waktu pertemuan itu, soalnya kalo gak hadir bisa tidk sampai infonya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s