Sistem informasi Kesehatan; Faktor Pengganggu Pada Organisasi


Setelah hampir dua bulan terbenam dengan nyaman di bagian kepegawaian, sekarang waktunya menengok kembali perkembangan Sistem Informasi Kesehatan di Sulawesi Tengah khususnya dari sisi pengembangan organisasi. Beberapa waktu yang lalu beberapa rekan pengelola SIK di Kabupaten sempat mengajak saya untuk berdiskusi ringan situasi SIK di Sulawesi Tengah. Hasil diskusi yang saya coba simpulkan bahwa penataan organisasi harusnya dikedepankan terlebih dahulu dengan menata atau mefokuskan tugas pokok dan fungsi Sub/Bidang Pengelola SIK.

Saat ini seharusnya sesuai Rencana Induk Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan yang telah disusun, kini Sulawesi Tengah harusnya memasuki “tahun” dengan pentahapan implementasi SIK berbasis elektronik dengan penataan organisasi melalui penyediaan sumber daya manusia dan penataan organisasi pengelola data di tingkat Kabupaten/Kota. Sebenarnya saya tidak setuju dengan konsep “tahun” ini, karena kemampuan fiscal dan SDM yang seharusnya kita lihat.

Menata tugas pokok dan fungsi Sub/Bidang yang mengelola SIK tentunya bukan hal yang mudah. Tupoksi yang di sertakan dengan SOP yang jelas tentunya akan membantu dalam pengembangan SIK itu sendiri. Pertanyaannya sekarang apakah tuposi yang ada telah ideal? Apakah ada SOP yang mendukung?

Menyelaraskan Tupoksi Sub/Bidang Pengelola SIK dengan Sub/Seksi/Bidang lain dalam satu organisasi menjadi sangat penting. Saat ini tumpang tindih pelaksanaan tupoksi antara Sub/Seksi/Bidang pada skala yang sangat memprihatinkan. Untuk itu diperlukan SDM yang mampu mengangkat trend topic ini dalam diskusi-diskusi pimpinan di organisasinya, karena tupoksi SIK atau pengelola data sampai saat ini Insya Allah masih dipandang sebelah mata.

Selain tupoksi, diperlukan juga membatasi SDM yang dapat terlibat dalam Sub/Bidang pengelola SIK. Kenapa dibatasi? Ya, karena terkesan saat ini SDM yang dipilih terkesan “asal-asalan”. SDM yang terpilih dan kompeten tentunya akan memberikan pengaruh positif yang baik kepada organisasinya, khususnya bagi mereka yang belum terpapar dengan baik bagaimana mengembangkan SIK dengan baik di organisasi. Dari pengalaman saya beberapa SDM dengan “spesifikasi” tertentu justru menjadi pengganggu di Sub/Bidang pengelola SIK.

Demikian celoteh sedikit dari saya, tulisan diatas adalah murni pendapat pribadi saya, anda bisa saja tidak setuju.

Wasalam

6 pemikiran pada “Sistem informasi Kesehatan; Faktor Pengganggu Pada Organisasi

  1. wah menarik nih ulasan tentang SIK di Sulteng oleh bapak Chandra..
    ada beberapa pertanyaan saya, apakah grand strategy SIK ini merupakan turunan dari SIKNAS dari pusat (Kemenkes)?
    stakeholder yg berperan hanya dari dinas kesehatan atau melibatkan yang lain?

    terima kasih.

    Salam,

    Frisca
    -org yg tertarik dgn sistem informasi kesehatan-

  2. Terima kasih sudah mengunjungi Weblog saya, berikut jawaban kami :
    – apakah grand strategy SIK ini merupakan turunan dari SIKNAS dari pusat (Kemenkes)? ia
    – stakeholder yg berperan hanya dari dinas kesehatan atau melibatkan yang lain? melibatkan stakholder terkait kesehatan ..

  3. Terima kasih juga sudah memberikan respons walaupun nunggu 20 hari kemudian, he he he…

    Saya dengar, sekarang ini Bappeda Prov Sulteng juga sedang merumuskan Master Plan Kesehatan, bagaimana posisi SIK di dalamnya? Dan bagaimana langkah-langkah untuk mengantisipasi adanya faktor pengganggu pada organisasi seperti yg pak Chandra sudah ulas di atas?

    demikian, semoga tidak merepotkan untuk dijawab ya pak🙂

  4. hehee … maaf y, soalnya baru bs ol …

    oh y .. kok yg buat master plan kesehatan justru orang bappeda, emang bisa ? kalo mau dikritisi jika mau buat MP yg sesungguhnya baiknya melibatkan orang kesehatan …

  5. mungkin MP itu dibuat sebagai bagian dari fungsi perencanaan yang dimiliki Bappeda yang tentu saja melibatkan stakeholder di bidang kesehatan.. harapan saya sih SIK bisa masuk ke dalam situ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s